Tata Ruang Ibu Kota RI yang Baru Bisa Tiru Paris atau New York - Anak Teknik Indonesia

Tata Ruang Ibu Kota RI yang Baru Bisa Tiru Paris atau New York

dalam hal penataan kota, ibu kota baru bisa mengadopsi penataan wilayah yang sudah diterapkan Paris atau pun New York. Karena menurutnya, pengembangan ibu kota di dunia itu ada dua. Pertama pola radial seperti di Paris. Kedua pola block seperti New York.


Kota Palangkaraya selalu muncul kembali setiap wacana pemindahan ibu kota yang ramai dibicarakan.BBC. Indonesia pun bertanya kepada pakar dan penulis, mengapa kota di Kalimantan Tengah tersebut terus digadang-gadang menjadi ibu kota baru negeri ini. Seperti wacana pemindahan sejak jaman pemerintahan Soekarno hingga Jokowi. Dan Kementerian Perencana Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus melanjutkan kajian pemindahan ibu kota tahun ini. Sehingga tahun depan ditargetkan hasil kajian akan didapatkan.

Penulis buku 'Sukarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya', Wijanarka, kepada BBC Indonesia menyatakan Sukarno mencuatkan ide pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya pada periode tahun 1957-1958. Sukarno disebut Wijanarka, menginginkan sebuah ibu kota yang dibuat sendiri oleh anak bangsa. (AFP)

    Pemindahan ibu kota ke luar Jakarta ketika itu dinilai perlu karena Sukarno mengharapkan Indonesia memiliki ibukota "yang dibangun oleh anak bangsa sendiri, bukan oleh kolonial". -Wijanarka-

Sedangkan menurut Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto mengatakan, dengan persoalan Jakarta yang semakin ruwet, alternatif ibu kota baru memang dinilai penting. Jakarta, saat ini memiliki kompleksitas persoalan yang semakin kronis sehingga tidak laik lagi sebagai ibu kota negara. Dari jumlah penduduk saja, sudah over kapasitas. Menurut Heru, pemindahan ibu kota negara harus memberikan solusi dalam mengurangi persoalan di ibu kota itu sendiri. Salah satu yang menjadi catatan, adalah perihal tata kota di lokasi calon ibu kota.

City
Paris City, by flickr.com

Apalagi penduduk Kalimantan yang masih sedikit dibandingkan dengan luas wilayahnya saat ini membuat harga tanah rendah, sehingga sangat berpeluang untuk terus dikembangkan dan menarik orang untuk datang.

Untuk Palangkaraya sendiri, lahannya masih bisa dibilang murah, sekitar dua juta hingga enam juta rupiah per meter persegi. Padahal Palangkaraya sendiri luasnya 2.400 km persegi, sementara wilayah yang terbangun baru 50 km persegi. Jadi, secara wilayah kota masih luas sekali untuk dibangun

"Dan dalam hal penataan kota, ibu kota baru bisa mengadopsi penataan wilayah yang sudah diterapkan Paris atau pun New York. Karena menurutnya, pengembangan ibu kota di dunia itu ada dua. Pertama pola radial seperti di Paris. Kedua pola block di New York," -Heru Wakil Ketua PII-

Pola radial yang dimaksud, adalah pembangunan gedung-gedung pusat pemerintahan ditempatkan di tengah kawasan. Kemudian, jalan dan bangunan ditata dengan pola melingkar di sekelilingnya. Sementara pola block, adalah penataan kota dengan pola bangunan dan jalan yang ditata dengan membentuk kotak-kotak yang teratur. Tujuannya, adalah untuk mempermudah akses dari dan menuju pusat pemerintahan. Selain itu, ada juga pertimbangan keamanan nasional. Di mana, dalam kondisi darurat, akses evakuasi pejabat negara mudah dilakukan.

    "Kalau seperti Jakarta, kita lihat sendiri kan. Polanya enggak jelas. Makanya sekarang semrawut, Apalagi penataan kota yang baik juga penting dilakukan, untuk mengakomodir pengembangan bisnis. Ia menilai, bisnis di Indonesia masih mengandalkan proyek-proyek pembangunan yang datang dari pemerintah. Sebagai konsekuensinya, pelaku bisnis akan mengikuti ke mana pusat pemerintahan berada nantinya." -Heru Wakil Ketua PII-

Sehingga, perlu penataan yang baik dalam hal land use, agar kesemrawutan yang terjadi di Jakarta tidak terjadi di lokasi ibu kota baru. Makanya, Heru menekankan pentingnya swasta dilibatkan dalam setiap tahapan proses pemindahan ibu kota karena pada saat ini pemerintah praktis tidak memiliki anggaran yang memadai. Namun jangan sampai keterlibatan swasta ini sebatas bancakan proyek belaka. Proyek ini adalah demi kepentingan bersama untuk percepatan dan pemerataan ekonomi. Bukan kepentingan semata pemerintah atau kelompok tertentu.
Source : detik.com
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget