Kisah Ridwan Kamil, antara berkarir di bidang Arsitektur dan Politik - Anak Teknik Indonesia

Kisah Ridwan Kamil, antara berkarir di bidang Arsitektur dan Politik

Perjuangan Ridwan Kamil sejak kecil memiliki kisah yang begitu sederhana dan berat. Perjalanannya di kampus ternama ITB menjadikannya lulusan terbaik arsitektur dan memiliki banyak karya dan prestasi. Namun apa yang menyebabkan beliau tertarik di dunia politik?

arsitektur bandung
tandapagar.com
Awalnya nama Ridwan kamil terkenal berkat desain arsitektur yang penuh kreasi hingga berhasil meraih berbagai penghargaan mengenai desain. Tak diragukan lagi, orang lulusan arsitektur ITB dan S2 University of California, Berkeley ini memiliki segudang prestasi dalam bidang arsitektur. Namun saat ini Ridwan Kamil dikenal sebagai Walikota Bandung yang hits dan meroket semenjak rencananya mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Barat dipublikasikan di berbagai media. Dimana awalnya Ridwan Kamil juga digadang-gadang untuk maju di pemilu DKI Jakarta. Namun, dengan penuh pertimbangan matang, Ridwan Kamil memutuskan untuk mundur karena amanah sebagai walikota yang belum selesai. Salut!

Ridwan Kamil Lahir di Bandung pada tanggal 4 Oktober 1971, Emil nama sapaan akrabnya, ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Emil atau Ridwan Kamil sebenarnya menyukai berimajinasi sejak masa kecil. Ia suka membaca komik dan melihat foto dari berbagai kota di luar negeri.

Sejak kecil Ridwan Kamil memiliki semangat kewirausahaan. Ia bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung tahun 197 hingga 1984, Ketika sekolah dasar ia telah menjual es mambo buatannya sendiri. Selama bersekolah, ridwan Kamil dikenal sebagai sosok yang aktif dan cerdas. Selain aktif di OSIS, Paskibra dan klub sepak bola, Emil selalu masuk dalam rangking lima besar di kelasnya.

Setelah tamat sekolah dasar ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Bandung kemudian di SMA Negeri 3 Bandung pada tahun 1987 hingga 1990. Setelah tamat SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Arsitektur dari tahun 1990 hingga 1995.

walikota bandung
Hipwee
Ayahnya adalah dosen di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Ibunya dosen di UNISBA. Berada di keluarga akademisi, membuat Kang Emil pun tak lupa pada prioritas pendidikan. Kedua orang tuanya selalu mendididik agar cerdas secara emosional dan spiritual. Salah satu prinsip hidup yang diajarkan pada Kang Emil adalah tentang bagaimana bisa hidup dan bermanfaat bagi orang lain.

“Kecerdasan dan kepintaran hanyalah kesia-siaan ketika kita tidak bisa membawa kebaikan untuk lingkungan sekitar”

Filosofi hidup inilah yang selalu dipegang oleh Kang Emil hingga dewasa. Bahkan yang Kang Emil bagikan ke anaknya yang saat ini mengikuti jejaknya di ITB, namun di jurusan berbeda yakni Mesin dan Dirgantara. Nilai yang mengakar dalam diri itulah, yang membuatnya selalu berusaha memberi manfaat bagi banyak orang dalam keadaan apapun.

Selama kuliah di Arsitektur ITB, Ridwan kamil aktif dalam kelompok-kelompok mahasiswa dan unit kegiatan seni. Semangat kewirausahaannya di kampus lagi, untuk mencari dana tambahan untuk kuliah, ia membuat ilustrasi cat air atau maket untuk dosen.

Lulus dari ITB, ia memilih untuk melanjutkan berkarir di Amerika Serikat. Tapi hanya bertahan empat bulan bekerja ia berhenti karena dampak krisis moneter Indonesia yang membuat klien tidak membayar pekerjaannya. Ia tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat Beasiswa di University of California, Berkeley.

Selagi mengambil S2 di Univesitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Untuk bertahan hidup di Amerika, ia makan sekali sehari dengan menu murah seharga 99 sen. Perjuangan Ridwan Kamil untuk bertahan hidup di Amerika terus diuji ketika istrinya, Atalia Praratya akan melahirkan anak pertama mereka.

Saat itu ia tak memiliki uang untuk biaya persalinan istrinya, sehingga akhirnya dia harus mengaku miskin pada pemerintah kota setempat untuk mendapatkan Pengobatan gratis. Akhirnya, ia menemani istrinya melahirkan di sebuah rumah sakit khusus untuk orang miskin, tepatnya di bangsal rumah sakit. Baginya pengalaman jatuh bangun hidupnya membentuk nilai-nilai tersendiri akan kerasnya perjuangan hidup. Dan jatuh bangun itulah yang semakin menguatkan mentalnya untuk berjuang keras menghidupi keluarganya.

Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia atas nasihat sang ibunda. Beliau kembali ke ITB untuk menjadi dosen di Departemen Arsitektur ITB. Bersama mahasiswa dari jurusan Rancang Kota, Desain Produk, dan Elektro ITS, beliau menciptakan Enerbike, sebuah sepeda yang dirancang untuk menghasilkan listrik / sepeda penghasil listrik.

Dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, firma yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Tak sendiri, ia mendirikan bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. Berkat kecintaannya terhadap dunia arsitektur, bersama timnya Urbane berhasil mendapat reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China.

Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura). Tim Urbane terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas dimana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah tertentu.

walikota bandung
Kaskus.id

Pada Tahun 2013, Beliau berpasangan dengan Oded MUhammad Danial untuk maju bertarung di Pilkada kota Bandung yang diusung oleh partai Gerindra dan PKS. Beliau berhasil memenangkan Pilkada Bandung dengan memperoleh suara sebesar 45,24%.

Dan selama menjabat, Ridwan Kamil menjadi sosok Walikota yang inspiratif, diusia yang masih relatif muda. Aksi yang dilakukan oleh Ridwan Kamil juga terbilang unik dan sering mencuri perhatian media. Seperti saat Beliau bernazar mencukur habis rambutnya jika Persib Menang, memberlakukan denda sebesar 5 juta bagi pelaku buang sampah sembarangan hingga dikabarkan melarang mobil pribadi dari Jakarta memasuki Bandung ketika akhir pekan.

Ridwan Kamil selalu berinovasi pada setiap tugasnya. Beliau banyak melakukan program-program pro rakyat dan membesarkan kembali nama Bandung di mata Internasional. Hingga puncaknya, saat kota Bandung berhasil menjadi tuan rumah Konferance Asia Africa (KAA) yang tidak lepas dari sentuhan Bapak Walikota Ridwan Kamil.

PENGHARGAAN :
  •     Urban Leadership Award dari Univ Pensylvania, AS, 2013
  •     Pikiran Rakyat Award 2012 untuk Tokoh Muda Kreatif, 2012
  •     Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia, 2012
  •     Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Green Building Rasuna Epicentrum, 2012
  •     Green Leadership Award for Al-Irsyad Mosque from BCI Asia, 2011
  •     Top 5, Best Building of The Year 2010 from ArchDaily for Al-Irsyad Mosque
  •     BCI Asia Top Ten Architecture Business Award, 2010
  •     Winner third prize : Design Competition Suramadu Mosque, 2010
  •     The 6th Winner of The Best Design Architecture Consultant, Citradata Award

HASIL KARYA Urbane :
  •     Universitas Tarumanegara Kampus 1, Jakarta (2005)
  •     Mesjid Agung Sumatra Barat, Mahligai Minang (2006)
  •     Paramount Lakes Gading Serpong, (2006)
  •     Gramedia Expo Surabaya (2006)
  •     Masjid Cibubur, Bogor (2007)
  •     Bintaro X-Change, Tangerang (2007)
  •     Kota Jababeka Remasterplan, Cikarang (2007)
  •     Kampus UMN, Serpong (2007)
  •     Area 24, Jakarta (2007)
  •     Hotel Santika Premiere, Medan (2007)
  •     Jembatan Westdrain Ancol, Jakarta (2007)
  •     Kuningan City, Jakarta (2007)
  •     Bottle House (Rumah Botol), Bandung (2008)
  •     Paramount Gateaway, Serpong (2008)
  •     Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat (2008)
  •     Springhill Royal Residences, Jakarta (2008)
  •     Kantor BUMN, Jakarta (2008)
  •     The Convergence, Jakarta (2008)
  •     Rusunami Sentra Timur, Cakung (2008)
  •     Pusat Kesenian dan Kebudayaan Universitas Indonesia, Depok (2009)
  •     The Magix Box, Fakultas Seni Budaya Universitas Indonesia (2009)
  •     Medan Focal Point, Medan (2009)
  •     Museum Taufik Hidayat, Jakarta (2009)
  •     Masjid Semarang, Semarang (2010)
  •     Masjid Suramadu, Madura (2010)
  •     Masjid Gegerkalong, Bandung (2010)
  •     Museum Tsunami Aceh-Rumoh Aceh, NAD (2010)
  •     Harris Hotel Bogor, Bogor (2011)
  •     Masjid Antapani, Bandung (2011)
  •     Heteropia Office Tower, Jakarta (2011)
  •     Kantor Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jakarta (2012)
  •     Hotel Tangerang, Banten (2011)
  •     Hotel Horison Ultima, Purwokerto (2011)
  •     Hotel Tijili Seminyak, Bali (2011)
  •     18 Office Park, Jakarta (2011)
  •     Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Cibubur, Bogor (2011)
  •     United Tractors office, Bekasi (2012)
  •     LKPP Office, Jakarta (2012)
  •     Bank Saudara Office, Bandung (2012)
  •     Essence Apartment, Jakarta (2012)
  •     Kirana Two, Jakarta (2012)
  •     Senayan Aquatic Stadium, Jakarta (2012)
  •     Masjid Al-Azhar, Summarecon, Bekasi (2013)
  •     Masjid Emerald Bintaro, Tangerang (2013)
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget