Yuma, Bocah Indonesia Yang Bikin Bos Apple Kepincut - Anak Teknik Indonesia

Yuma, Bocah Indonesia Yang Bikin Bos Apple Kepincut

Tim Cook

Yuma Soerianto bocah umur 10 tahun ini menjadi sorotan media setelah berhasil mengambil hati CEO Apple, Tim Cook. Pasalnya anak laki-laki ini berhasil menciptakan lima aplikasi yang dipajang di App Store.
Dari laman Australia Plus Indonesia terungkap, bahwa Yuma adalah keturunan Indonesia. Bersama sang ayah, Hendri Soerianto tinggal di Singapura, sekaligus tempat kelahiran Yuma. Namun sekarang ia pindah di Australia dan sudah tinggal selama 8 tahun. Menurut Hendry, "Sejak berusia enam tahun, dia sudah  mulai gemar belajar coding di sela kesibukan sekolahnya. Karena menurutnya tugas sekolah bukanlah tantangan besar bagi Yuma." Yuma, adalah siswa kelas 5 di Middle Park Primary School di Melbourne, Ia adalah peserta termuda di Worldwide Developers Conference (WWDC).

Baca Juga : Apple WWDC 2017
 
Dilansir dari ABC Plus Indonesia, Senin 19 Juni 2017, dalam wawancara dengan program Radio National ABC, anak laki-laki ini memiliki sebuah mimpi yang mulia. Yakni Yuma ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia. Dia juga ingin membagikan ilmunya tentang coding kepada siapapun yang ingin belajar.
“ Siapa saja bisa melakukan coding kalau kita sabar melakukannya dan senang melakukannya,” kata Yuma.
“ Sangat bagus sekali kalau dia bisa memberikan inspirasi kepada anak Indonesia lainnya untuk belajar coding,” kata sang Ayah yang juga bekerja di bidang IT ini.


Sekadar informasi, Yuma menciptakan aplikasi pertamanya di tahun 2016 dan sekarang telah memiliki lima aplikasi di App Store, yaitu Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, dan Pocket Poke. Aplikasi yang langsung menarik perhatian Cook adalah yang dapat membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang. Harga tersebut sudah termasuk harga lokal dan pajak yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan.

"Sangat keren, hebat sekali," kata Tim Cook pada Yuma setelah melihat demo aplikasinya.
Pujian Cook bertambah, setelah mendengar kapan bocah ini menciptakan aplikasi tersebut, yakni saat berada di dalam pesawat dari Australia menuju Amerika Serikat. Berkat ketekunan dan keuletannya, ia tak hanya bertemu orang-orang hebat seperti Tim Cook dan Michele Obama, ia juga bisa banyak belajar di event WWDC dengan teknologi yang menurutnya baru seperti ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine)


Dia mulai belajar coding sejak usia enam tahun.Ia belajar coding dari YouTube dan dari ayahnya karena jarang ada sekolah di Australia yang mengajarkan bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi. Ia juga terus berupaya menyebarluaskan ilmu yang ia miliki lewat video-video tutorial yang diunggahnya di situs youtube dengan channel Anyone Can Code. Harapannya dengan tips yang ia berikan dapat menginspirasi banyak orang khususnya anak Indonesia. Bagaimana dengan kamu sobat teknik ????
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget