Universitas Negeri, Sarana Pembelajaran, Atau Kapitalisme Berkedok Akademik? - Anak Teknik Indonesia

Universitas Negeri, Sarana Pembelajaran, Atau Kapitalisme Berkedok Akademik?

UKT adalah sistem pembayaran yang dibebankan kepada tiap mahasiswa untuk membayar seluruh uang kuliah selama delapan semester dalam tiap semesternya. Jadi, kalau semisal sebelum tahun 2013 ada sistem pembayaran uang gedung, uang praktek dan uang semester dan uang-uang lainnya. sistem UKT mengakumulasi seluruh biaya tersebut untuk dibebankan tiap semester.


Oleh : Raka Sunya Bhawana

PWK FT-UB

Tulisan ini dibuat tanpa ada unsur paksaan dan ancaman dari pihak manapun.

Saya adalah mahasiswa semester delapan (8) salah satu perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa.

Tahun masuk saya adalah tahun 2013, yang berarti dapat disebut saya mahasiswa angkatan 2013.

pada tahun 2013 tersebut dimulai beberapa bentuk perubahan dari sistematika masuk perguruan tinggi negeri. Mulai dari perubahan nama SNMPTN menjadi SBMPTN dan perubahan nama jalur masuk undangan menjadi SNMPTN, diberlakukannya sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan beberapa hal lainnya.


sedikit menyoroti tentang UKT, UKT adalah sistem pembayaran yang dibebankan kepada tiap mahasiswa untuk membayar seluruh uang kuliah selama delapan semester dalam tiap semesternya. Jadi, kalau semisal sebelum tahun 2013 ada sistem pembayaran uang gedung, uang praktek dan uang semester dan uang-uang lainnya. sistem UKT mengakumulasi seluruh biaya tersebut untuk dibebankan tiap semester.


Contoh dengan catatan mahaiswa tersebut lulus tepat 8 semester (4tahun) :

sebelum 2013 :

Uang Gedung : Rp.30.000.000

Uang Semester (SPP) : Rp. 2.500.000/semester x 8 = Rp.10.000.000

Uang Praktek (biasanya 6-8 semester) : Rp.500.000/semester x 8 = Rp.4.000.000

Akumulasi :  Rp.44.000.000


biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa tersebut sejumlah Rp.44.000.000 dengan pengeluaran persemester Rp.3.000.000

dan jika lewat batas dari 8 semester maka mahasiswa tersebuh hanya perlu membayar Rp.2.500.000 persemester. dengan sistem SPP Progresif, mahasiswa tersebut membayar Rp.3.250.000 persemester


Perlu diketahui pemberlakuan SPP Progresif dimulai pada tahun 2011 dengan dalih untuk menekan jumlah mahasiswa lama. Harapannya dengan adanya SPP Progresif, mahasiswa berfikir untuk lulus cepat karena biaya makin mahal.


lalu kita coba akumulasikan sistem UKT :

dengan asumsi biaya yang dikeluarkan sama :

Sistem UKT setelah 2013 :


Uang Gedung : Rp.30.000.000

Uang Semester (SPP) : Rp. 2.500.000/semester x 8 = Rp.10.000.000

Uang Praktek (biasanya 6-8 semester) : Rp.500.000/semester x 8 = Rp.4.000.000

Akumulasi :  Rp.44.000.000


Biaya UKT : Rp.44.000.000/8semester = Rp.5.500.000


meskipun saya tidaktahu pasti bagaimana memformulasikan besarnya biaya UKT ditentukan. tapi secara garis besar, variabel variabel tersebut pasti masuk.


lalu yang menjadi masalah saat mahasiswa tersebut telah lewat dari tenggat waktu yang diharapkan oleh dikti (8 semester) berapa biaya yang harus dikeluarkan?

sampai sejauh ini ternyata masih FULL, alias PENUH, alias masih sesuai dengan UKT yang diterapkan. Dengan contoh yang saya tulis tadi, berarti mahasiswa tersebut masih harus membayar Rp.5.500.000 secara penuh.


ada perbedaan sekitar Rp.3.000.000 persemester yang dibayarkan dari sistem UKT dan SPP sebelumnya. lalu yang jadi pertanyaan, uang itu adalah uang apa? masuk kemana? dan untuk siapa?

Masih pelrukah membebani uang gedung kepada mahasiswa yang seharusnya sudah lunas dalam 8 semester ini?

mahasiswa yang tinggal menempuh Skripsi (rata-rata 6 SKS) apakah juga masih harus membayar UKT secara penuh?

jika iya, menjadi pertanyaan besar bagaimana sistem UKT ini dibuat. transparansi tentang keuangan UKT dan aliran dana harus dijelaskan sejelas-jelasnya.

Jika uang tersebut ternyata masuk ke pihak universitas sebagai dana tambahan. maka akan sangat mudah pihak univeristas negeri meminta para dosen ditiap fakultas dan jurusan untuk mempersulit dan memperlambat kelulusan mahasiswa tersebut ( No offense)

dan jika dalih bahwa UKT ini diterapkan untuk disinsentif kepada mereka yang ternyata sulit untuk lulus. maka apakah benar? disinsentif diberikan dengan cara membebankan materi berupa uang?

Jika apa-apa soal cari untung sebesar besarnya, bukankah itu sistem kapitalis? tanpa mengerti alasan apapun.


lalu.


sekarang sudah diterapkan jam malam kampus. jam 22.00 seluruh gerbang ditutup, listrik dimatikan, dsb. hanya beberapa unit dan fakultas yang masih peduli dengan kemahasiswaan yang masih memperbolehkan kegiatan diatas jam tersebut.

jika diusut lebih jauh lagi. ini benar-benar mematikan sistem kemahasiswaan yang selama ini diagung-agungkan saat Perkenalan Kehidupan Kampus, Ospek dan lain sebagainya. mahasiswa sekarang hanya dipaksa untuk fokus terhadap akademiknya karena takut akan uang yang dibebankan kepada mereka.

1998, cerita tentang bagaimana mahasiswa merubuhkan "kapitalisme" itu sudah benar benar sebuah cerita. kita sampai sekarang selalu dininabobokan. dipaksa berfikir sempit. dipaksa untuk fokus lulus 4 tahun. dipaksa untuk takut bayar ukt. dipaksa untuk banyak hal.

Pemerintah yang mungkin takut dengan mahasiswa dan aktifitas kemahasiswaannya. perlahan lahan membuat semua dongeng diatas.


Lalu, jika memang pemerintah berminat sekali untuk membuat seluruh mahasiswanya lulus tepat waktu, kenapa tidak membuat sistem pendidikan seperti SD, SMP , SMA? yang teratur secara jenjang pendidikannya? masuk bareng, naik kelas bareng dan lulus bareng?

kenapa tidak seperti itu?


Dengan sistem UKT seperti sekarang. siapa yang paling diuntungkan? pemangku kebijakan? kita sebagai mahasiwa? dosen? orangtua kita? Silahkan nilai sendiri


Tidak akan kita dengar lagi rantai (( Mahasiswa < Dosen < Kajur < Dekan < Rektor < Menteri < Presiden < Mahasiswa ))


Tulisan ini dibuat dengan keadaan sadar. Penulis memohon maaf jika materi tulisan terlalu acak.
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget