Pemilihan Umum Elektronik, Rencana Kedepannya Di Negara Inggris - Anak Teknik Indonesia

Pemilihan Umum Elektronik, Rencana Kedepannya Di Negara Inggris

Elektronik Voting, Terinspirasi Dari Britian's Got Talent Voting Apps

Di zaman yang sudah canggih seperti sekarang, sepertinya sedikit kuno ketika pemungutan suara masih menggunakan teknik konvensional a.k.a pulpen dan kertas. Apalagi saat ini kebanyakan orang sudah terbiasa memberikan voting atau suara mereka di reality show melalui sebuah situs maupun media sosial. 

Memang memberikan suara untuk pemilihan nasional keamanannya harus lebih kuat untuk menghindari akan adanya praktik hacker. Terlebih pemilihan nasional adalah hal yang sangat penting dan kerahasiaannya harus dijaga. Dan pembuatan sistem ini juga tentunya akan memakan banyak biaya nantinya.

Di Inggris, pada hari pemilihan tiba, para ahli teknlogi menyarankan negara tersebut untuk berdiskusi dengan negara lain seperti Swiss, Estonia dan Amerika Serikat yang dapat memperkenalkan beberapa bentuk sistem pemungutan suara elektronik.

Jerman dan Belanda ternyata telah lebih dulu bereksperimen untuk memberikan kesempatan kepada rakyatnya dalam memberikan suaranya melalui media elektronik. Walaupun dalam kasus terakhir, upaya untuk meluncurkan mesin pemungutan suara terhenti karena kekhawatiran mereka akan rentan terhadap praktik hacking.

Saat ini Profesor Will Stewart, Wakil Presiden IET, telah memberikan gagasan bahwa pemerintahan Inggris selanjutnya pada saat pemilihan umum, para pemilih dapat memberikan hak suaranya dengan mudah meskipun dalam jarak jauh. Gagasan ini pun diharapkan bisa seperti kontes TV Britain's Got Talent, yakni dapat mendukung sang talent dengan smartphone, tablet ataupun komputer dan laptop.

Prof Stewart mengatakan, "Jika acara TV Britain's Got Talent memungkinkan pendukung untuk memberikan dukungan dengan menggunakan ponsel pintar atau internet, orang umumnya akan bertanya mengapa mereka tidak melakukan hal yang sama untuk pemilihan umum".

Teknologi sudah ada untuk mewujudkan sistem tersebut, namun tantangan terbesar yang paling utama adalah keamanan. Sistem ini sangat penting karena voting ini menentukan masa depan negara Inggris tentunya, bukan program televisi.

"Pada akhirnya, kita hidup dalam revolusi digital dan sistem pemungutan suara kita harus mengikuti cara kita menggunakan teknologi dalam kehidupan kita sehari - hari. Teknologi memiliki potensi untuk mengubah pemungutan suara dan membuat kegiatan politik menjadi lebih mudah diakses. Terutama bagi pemilih yang masih kalangan anak muda. Sehingga meningkatkan jumlah pemilih dan membuat hasil tersebut lebih mencerminkan keseluruhan populasi pada saat ini" lanjut Prof Sewart.

Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget