Ngampus Tanpa Modal, Setelah Bekerja Upahnya Bisa Beli Kapal - Anak Teknik Indonesia

Ngampus Tanpa Modal, Setelah Bekerja Upahnya Bisa Beli Kapal

Apple Inc.

Perusahaan raksasa, Apple, membuka sebuah akademi di Naples, Italia. Akademi tersebut untuk menambah pasokan orang muda berbakat dengan keterampilan digital. Pelatihan ini menghabiskan satu tahun untuk menjadi pengembang, coders, pembuat aplikasi dan pengusaha pemula. 

Akademi yang diberikan melalui kompetisi terbuka dengan tes yang diadakan bulan depan di Munich, Paris, London, Madrid, Roma dan Naples. Tanpa biaya, pelatihan tersebut terbuka pula untuk pelamar dari manapun di dunia dan kursus yang diajarkan dalam bahasa Inggris. 

Siswa yang akan direkrut pada musim gugur berkisar 400 siswa dengan usia 18 sampai 30 tahun.

Dunia teknologi yang dinamis dan selalu berkembang, membuat Apple mengambil langkah untuk mengembangkan bakat dan skill mereka. 

Dalam kurun waktu yang kurang dari satu dekade, serangan cyber pada aplikasi  komputer telah menjadi sumber pendapatan dan pekerjaan utama. 

Di Eropa, startup aplikasi mendukung perekonomian dengan terciptanya 1,2 juta pekerjaan dan kini telah ada 2 juta aplikasi yang tersedia di playstore. Namun terdapat ketidakseragaman antara keterampilan digital dengan kualifikasi kerja yang mereka butuhkan.

Ditambah dengan maraknya virus komputer "wannacry" yang terjadi belakangan, menimbulkan kekhawatiran tentang kekurangan akut keterampilan keamanan cyber di banyak negara. Manager Umum IBM Marc van Zadelhoff, perihal keamanan telah meminta pendekatan perekrutan yang berbeda dari biasanya. 

Analisis OECD berpendapat bahwa apakah sebuah negara adalah pemenang atau pecundang dari globalisasi akan bergantung pada tingkat keterampilan dalam angkatan kerja. Jika negara memiliki populasi yang berkualitas dan terampil, mereka akan menjadi penerima manfaat globalisasi, memanfaatkan pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, melebarkan pasar dan industri digital. 

Tapi kekhawatiran besar adalah bahwa di seluruh negara-negara OECD ada 200 juta orang dengan keterampilan rendah dalam melek huruf dan angka dasar, sangat rentan terhadap kekuatan globalisasi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan membaca anak usia 10 tahun, yang kesempatan kerjanya sangat berisiko untuk melakukan outsourcing di luar negeri atau digantikan oleh teknologi.

Sementara proyek seperti akademi Apple memetik buah dari atas pohon, OECD memperingatkan tentang bahaya untuk mengabaikan kenyataan kehidupan di cabang-cabang yang menggantung rendah.

 Andreas Schleicher, direktur pendidikan OECD, mengatakan bahwa ada kebutuhan sosial dan politik yang mendesak untuk melengkapi orang-orang dengan pelatihan. "Jangan berharap pekerja menerima kehilangan pekerjaan mereka melalui outsourcing atau otomasi, jika mereka tidak merasa siap untuk mendapatkan atau menciptakan yang baru," kata Schleicher.


Labels:
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget