"Minimal Belajar 14 Jam Sehari" Kata Izzan, Peserta SBMPTN Termuda - Anak Teknik Indonesia

"Minimal Belajar 14 Jam Sehari" Kata Izzan, Peserta SBMPTN Termuda

"Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda". Klise memang, tapi benar adanya.

Hal ini dibuktikan oleh remaja belia berusia 14 tahun, Musa Izzanardi W yang dinyatakan lulus seleksi SBMPTN setelah setahun sebelumnya dinyatakan gagal.

Izzan lulus SBMPTN di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB). Pilihannya jatuh ke kampus ITB agar mencapai cita-cita menjadi ilmuwan di bidang Fisika.

"Pengen jadi ilmuwan Math, Physics. Aku juga enggak tahu (alasannya apa), paling gampang mungkin. Kalau ciptain sesuatu itu tugas engineer, ini mungkin menemukan sesuatu rumus lebih tepat," katanya.

Tidak sedikit waktu yang Izzan habiskan untuk belajar demi mengikuti ujian tersebut. Wajar, karena ia tak ingin gagal lagi dikesempatannya kali ini.

Untuk persiapan, Izzam mengatakan waktu belajar yang telah dihabiskannya minimal 14 jam sehari selama 2 bulan.

Walaupun belum pernah mengeyam bangku pendidikan formal maupun akselerasi, Izzam rajin mengikuti les tambahan secara intensif. Dan ibundalah yang selama ini yang mengajarkan Izzan dirumah.

Ujian SBMPTN tahun 2017 ini, hanya 148.066 peserta yang dinyatakan lulus dari 797.738 siswa yang mengikuti ujian. Tentunya Izzam adalah salah satu peserta beruntung yang lulus ujian tersebut.
Labels:
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget