Konyol, China Pasang Pemindai Wajah di Toilet Umum Guna Cegah Pencurian Tisu - Anak Teknik Indonesia

Konyol, China Pasang Pemindai Wajah di Toilet Umum Guna Cegah Pencurian Tisu

Pemindai Wajah

Pencurian kertas tisu di toilet rupanya sedang merajalela di China. Begitu parahnya sehingga pihak otoritas di ibu kota Beijing dilaporkan mengambil langkah pencegahan dengan memanfaatkan teknologi biometrik. Tiongkok dikabarkan memiliki teknologi canggih untuk mencegah pencurian tisu yang sedang merajalela di sana. Sebuah alat pemindai wajah dipasang di dispenser tisu toilet agar tak ada lagi orang yang mencuri tisu di taman yang ramai itu.

Caranya adalah dengan mengunci dispenser tisu dengan kamera yang mampu mengenali wajah. Pengujung toilet baru bisa mengambil tisu setelah wajahnya dipindai oleh kamera di alat ini selama tiga detik. Itupun panjangnya dibatasi hanya sekitar 60 cm untuk tiap orang. Tiap orang hanya bisa mengambil tisu sekali dalam 9 menit. Namun, saat ada pengunjung yang diare dan membutuhkan banyak tisu maka petugas yang berada di sana akan membantu.
Pemindai Wajah Untuk Cegah Pencurian
"Kami memilih untuk menggunakan pemindai wajah karena itu cara yang paling higienis (untuk mencegah pencurian tisu)," ucap Lei Zhenshan, direktur pemasaran dari Shoulinan Zhineng yang membuat alat tersebut. Menurut laporan dari China Radio International, taman tersebut telah menyediakan tisu toilet selama 10 tahun terakhir dan mereka sadar bahwa persediaan tisu mereka sangatlah cepat habis. Manajer taman tersebut pernah mengatakan bahwa pencuri tisunya bukanlah turis, melainkan penduduk lokal yang menggunakan tisu itu untuk kebutuhannya sehari-hari.
Pemindai Wajah
Uji coba awal dari mesin tersebut ternyata memiliki hasil yang baik karena penggunaan tisu toilet di taman itu berkurang hingga 20 persen. Namun, banyak orang yang tidak menyetujui uji coba itu karena banyaknya masalah seperti pendeknya tisu yang dikeluarkan oleh mesin. Selain itu, mahalnya mesin yang seharga 750 dolar atau hampir 10 juta rupiah itu juga jadi bahan kritikan warga karena dinilai membuang-buang uang. Mereka juga menekankan jika sistem tersebut masih dalam percobaan selama dua minggu. Jika banyak pengunjung tak suka, itu akan dipertimbangkan kembali.
Labels:
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget