Berkah Ibadah Nyepi, Hemat Listrik Hingga 478 Megawatt - Anak Teknik Indonesia

Berkah Ibadah Nyepi, Hemat Listrik Hingga 478 Megawatt

Hari raya Nyepi pada tahun 2017 ini dapat menghemat listrik sebanyak 60%, yang dirupiahkan menjadi 8 miliar atau sekitar 478 megawatt. Tak hanya menghemat listrik, ternyata Bali dapat menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter atau sebesar 3 miliar.

Listrik Hemat Akibat Hari Raya Nyepi
Sobat teknik, perlu kita sadari bersama bahwa energi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Energi memberikan kemudahan manusia dalam melaksanakan berbagai kegiatan sehari-hari. Tetapi, kenyataannya energi yang dihasilkan tidaklah ramah lingkungan. Dengan kata lain, energi yang dihasilkan timbul dari energi yang berasal dari energi fosil yang semakin lama semakin habis. Apalagi, energi yang ada tidak bisa diperbarui (unrenewable energy).

Apalagi listrik. Kebutuhan listrik seakan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Hingga saat ini pemerintah lewat PLN terus melakukan pembangunan dalam mengupayakan ketersediaan listrik yang semakin besar. Apalagi bahan bakarnya. 

Padahal pemakaian energi listrik yang berlebihan akan mengakibatkan krisis energi. Namun, di balik kebutuhan listrik yang semakin tinggi, masyarakat Bali mampu melakukannya melalui jalur spiritual. Menghadapi Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali melakukan proses meditasi dalam keheningan dan sunyi. Dikarenakan umat Hindu harus mematuhi 4 brata penyepian yaitu Amati Geni (tidak ada api-api atau menghidupkan api), amati karya (tidak berkerja), amati lelungan (tidak berpergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).

Dan hari raya Nyepi ini berakibat menghemat listrik sebanyak 60%, yang dirupiahkan menjadi 8 miliar atau sekitar 478 megawatt. Tak hanya menghemat listrik, ternyata Bali dapat menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter atau sebesar 3 miliar.
“Penurunan permintaan listrik sampai malam hari cukup membantu mengurangi beban pembangkit PLN. Karena selama ini, PLN harus bekerja keras memenuhi permintaan listrik masyarakat,” imbuh Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto
Kota Bali Sepi
Sementara itu, semua hotel yang tersebar di kawasan Sanur, Kuta, Nusa Dua dan pusat-pusat kawasan wisata lainnya di Bali jauh sebelumnya telah diimbau agar sedapat mungkin tidak menyalakan listrik yang sinarnya sampai memantul ke luar.

Hampir tidak ada lampu yang menyala, hanya kegelapan dan kesunyiaan yang nyaris menjadikan Pulau Seribu Pura itu bagaikan pulau mati tanpa penghuni. Kondisi ini juga telah diakui pihak internasional PBB. Hingga menginspirasi PBB membuat “World Silent Day” .
Labels:
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget