Bangun Rumah Dengan Printer 3D, Solusi Bangunan Murah dan Cepat - Anak Teknik Indonesia

Bangun Rumah Dengan Printer 3D, Solusi Bangunan Murah dan Cepat

Berbekal 3D printer ini, pembangunan hanya selesai dalam waktu kurang dari 24 jam. Dan bagian dalamnya pun dapat ditinggali dengan nyaman. Cukup murah dan cepat bukan untuk desain rumah minimalis yang cocok diterapkan di perumahan tengah kota?

Rumah 3D

Lahan perumahan yang semakin terbatas membuat harga hunian kini semakin setinggi langit. Menurut data Badan Pusat Statistik 2014, lahan di Jakarta diindikasikan semakin menyempit. Hal ini dapat dilihat dari luas lantai rumah yang dihuni warga DKI Jakarta berada di bawah 50 meter persegi. Selain masalah lahan, permasalahan pembangunan rumah juga menjadi perhatian. Seperti harga tukang dan kuli bangunan, bahan-bahan yang cukup banyak, dll.

Teknologi Printer Cor 3D

Maka dari itu, perusahaan bernama WinSun, Apis Cor bekerjasama dengan perusahaan lain untuk membuat pelengkap rumah tersebut. Yaitu PIK Companies, Techno Nicol, Bitex Reibeputz, Fabrika Okon Company, dan raksasa teknologi Samsung untuk bagian interior elektronik.
Apis Acor
Perusahaan ini memunculkan sebuah produk untuk menjawab permasalahan tersebut.Yaitu printer berukuran 10 x 6,6 meter untuk menyemprotkan campuran semen dan limbah bangunan untuk membangun dinding, lapis demi lapis, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.

"Bahan bangunan murah dipakai saat proses pencetakan dan kurangnya pemakaian tenaga kerja kasar berarti setiap rumah bisa dicetak dengan biaya antara Rp 57,8 juta hingga Rp 133 Juta bergantung ukuran yang diinginkan. " ungkap kepala eksekutif WinSun, Ma Yihe. 
Proses 3D Printing
Berbekal 3D printer ini, pembangunan hanya selesai dalam waktu kurang dari 24 jam. Dan bagian dalamnya pun dapat ditinggali dengan nyaman. Cukup murah dan cepat bukan untuk desain rumah minimalis yang cocok diterapkan di perumahan tengah kota?

Meski menggunakan printer 3D, material yang digunakan untuk membangun bangunan ini mirip dengan material tanpa 3D printer yakni material konkret seperti beton. Jadi daya tahan bangunan sudah dapat dipastikan. Menurut perhitungan arsitek Apis Cor, bangunan ini dapat bertahan kurang lebih 175 tahun sejak pertama kali dibangun.

Preview Youtube

Ini merupakan bukti bahwa teknologi elektronik dan robotika seperti printer 3D ini bisa diterapkan secara luas di berbagai bidang. Yang dibutuhkan adalah inovasi dan kemampuan untuk membuat ide-ide inovatif tersebut menjadi nyata dan diterapkembangkan. Mumpung perusahaan Rusia ini belum memasuki pasar Indonesia. Jadi ayo mungkin Anak Teknik Indonesia ingin membuatnya ?? Ditunggu karya-karya nya :)
[youtube src="xktwDfasPGQ"][/youtube]
Labels:
Reactions:

Post a Comment

[blogger][disqus]

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget