Anak Teknik Indonesia
Latest Post
Airway Alarm Anak Teknik Aplikasi Article Artikel Artis Bandara bandung Beasiswa Bengkel Berita Bill Gates BJ Habibie British C# C++ ceo CEO APPLE Coding Company Compare Conferences cyber crime D4 & S1 Damai database administrator design Dosen Dunia ecommerce elektro Elektronik Engineer Event exam Fakultas Teknik Founder & CEO Gadget gaji Game Games gedung Gesits Google Grab heli Grafis Graphic Design hacker hacks Harry potter hogwarts Honda Hybrid Ibukota indonesia Info informasi Information technology Infrastruktur Inovasi insinyur Insinyur Listrik Internasional Investor IOT IT it support ITB java Jurusan Kampus Karya Karya Bangsa karya mahasiswa kekurangan kelebihan keuntungan Kompetisi Komunitas Kontes Robot Nasional Laptop Listrik LPDP Lulusan Teknik mahasiswa mahasiswa teknik Manggarai MEA. Mahasiswa menarik Microsoft Migas Mobil Listrik moment momok mahasiswa Motivasi News Nokia OOP Opini otomotif Pacar Idaman Paint Palangkaraya Pembangkit Pembangkit Listrik Pemblokiran Pemuda Pendidikan perusahaan Pesan Mahasiswa Pesawat Pesawat R80 PIMNAS 2017 PLN Politeknik Prestasi prestasi mahasiswa profesi programmer Prospek prospek kerja Prospek Lulusan Proyek PSM ITS PWK Python ransomware Renewable Energy Resolusi ridwan kamil Robot Robotik sains sarapan Sarjana SBMPTN sekolah senjata Senjata Api shopify SIMAK UI situs SmartHome SPLU startup Sukses Tank Tech in Asia technology Teknik teknik elektro Teknik Industri Teknik Kimia Teknik Lingkungan teknik perkapalan teknik sipil Teknologi Telegram template template monster Terbaik Terbarukan themeforest tim roboboat barunastra Tips tips dan trik Tokopedia Toyota Transportasi tricks Uber UI Ujian universitas UTS Wannacry web website weebly wix wwdc Xiaomi

anak teknik

Komunitas Anak Teknik Indonesia adalah komunitas yang bergerak di bidang akselerasi IPTEK anak bangsa khususnya untuk daerah-daerah tertinggal. Karena sejauh ini kesenjangan akses pembelajaran yang ada di kota-kota besar dengan daerah-daerah tertinggal masih sangat jauh. Selain misi tersebut, komunitas Anak Teknik juga berusaha meningkatkan kolaborasi antara pelaku riset dan penggerak inovasi yang ada di kampus-kampus (dunia akademisi) dengan pelaku industri dan masyarakat sekitar, sehingga harapannya dapat tercipta keselarasan antara dunia akademis dengan industri dan masyarakat. Karena mahasiswa sebagai agent of change sudah seharusnya memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar dalam mengatasi berbagai macam problem dengan inovasi dan karya nyata khususnya dengan bantuan IPTEK.

pelatihan robot

Seperti pelatihan robotika yang akan diadakan oleh komunitas Anak Teknik Indonesia di Kupang Nusa Tenggara Timur. Dimana pelatihan ini sebagai perwujudan dalam meningkatkan minat dan bakat terhadap generasi anak bangsa sejak dini khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan dengan belajar robotika harapannya adik-adik pelajar tingkat SD-SMA dapat mengimplementasikan secara langsung pelajaran yang sudah didapat di dalam sekolah, seperti ; matematika (penerapan konsep dasar aljabar, geometri, probabilitas dan statistik), IPA (pengetahuan konsep dasar robotika, rumus kecepatan, percepatan, gaya, beban), sedangkan dalam bidang komputer peserta dapat menerapkan teknik dasar pemrograman. Tentu belajar sekaligus bermain robot akan dapat memudahkan peserta untuk merangsang pemikiran sistematis dan terstruktur. Selain itu juga dapat menyeimbangkan saraf motorik dan meningkatkan ketrampilan imajinasi pada anak serta menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Dan masih banyak lagi manfaat belajar sekaligus belajar robot.

anak teknik

Selain manfaat-manfaat diatas, komunitas Anak Teknik melihat adanya peluang untuk bisa berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional. Maraknya perlombaan robot tingkat pelajar akhir-akhir ini yang sebagian besar didominasi oleh peserta-peserta dari Jawa. Sehingga perlu adanya pemerataan dan pembaruan terkait asal daerah peserta mengingat pentingnya pemerataan akses pembelajaran IPTEK di negara ini. Menurut Arkastra Bhrevijana " Perkembangan teknologi yang semakin marak dan cepat belakangan ini harus disikapi positif dan serius, melihat perubahan yang begitu cepat akan terus menggantikan jaman yang sudah mulai kuno dan tertinggal. Sehingga pola pikir SDM yang ada harus dibentuk menjadi generasi yang peka terhadap lingkungan dalam memberikan tindakan dan aksi nyata, bukan hanya wacana. Pilihannya cuma 2, CREATE / RESHAPE !" ujar founder dan CEO Komunitas Anak Teknik itu.


Pelatihan robotika ini rencana akan diadakan selama 2 hari pada pertengahan Desember 2017. Sebagai langkah awal akan diadakan di SD Muhammadiyah 1 Kupang terlebih dahulu sebelum masuk ke sekolah-sekolah lain yang ada di Nusa Tenggara Timur. Dan pada awal November lalu telah diadakan sosialisasi dan pengenalan dasar robotika sebagai langkah awal diadakannya pelatihan. " Sangat antusias sekali adik-adik yang mengikuti sosialisasi ini, mereka sangat bersemangat untuk membuat robot, bahkan ada yang bilang ketika sudah besar nanti ingin menjadi insinyur elektro agar bisa membuat robot yang mirip iron man.." ujar Arka


Tepat 89 tahun yang lalu, di tanggal 28 Oktober 1928 di Kramat Raya 106, para pemuda dari penjuru negeri berkumpul. Dengan gagah berani melantangkan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.” Sebuah pemikiran revolusioner, yang dihasilkan oleh para pemuda yang datang dari latar belakang pendidikan dan budaya berbeda. Pokok-pokok pikiran baru itu bernama Persatuan! Mereka bergandengan tangan. Menyadari bahwa persatuan di atas perbedaan merupakan rantai kuat guna mencapai tujuan.

Meski kolonialisme sudah berlalu, apakah Sumpah Pemuda hanya menjadi sekedar catatan bagi bangsa ini? Apakah sumpah yang dilantangkan di jaman yang serba terbatas itu hanya menjadi pengisi lembar buku sejarah sekolah dasar, yang hanya dihafalkan dan ditelan begitu saja tanpa makna? Padahal kala itu untuk mengumpulkan pemuda dari berbagai penjuru negeri membutuhkan berbulan-bulan lamanya. Tidak ada komunikasi yang canggih, tidak ada alat transportasi seperti sekarang ini. Mereka harus menunggu kabar dari tukang pos sebulan setelah surat itu dikirim, dan berminggu-minggu harus menempuh perjalanan darat dan laut. Tak hanya itu, pemuda kala itu masih dibatasi dengan berbagai bahasa yang berbeda-beda. Yang pada akhirnya, bangsa ini bersatu dengan bahasa yang dijunjung tinggi yang disebut bahasa Indonesia.

Namun bagaimana dengan nasib pemuda saat ini? Mereka sangat mudah berkomunikasi dengan mereka yang berbeda pulau, bahkan dalam hitungan detik mereka dapat saling berkomunikasi, saling menyapa dan berdiskusi. Untuk bertemu juga tak sulit, dalam hitungan jam saja rekan yang ada di papua dengan kita yang ada di Aceh (misalnya) dapat dengan mudah bertemu. Lalu faktanya apa? Justru dengan kemudahan-kemudahan itu kita justru lebih banyak berselisih, mengadu domba, saling mencemooh, menghina dan bertikai memecah belah suku ras dan budaya. Padahal tak bisa dipungkiri, bahwa bangsa ini kaya akan akan suku dan budaya.

Belum lagi menghadapi tantangan globalisasi yang saat ini mulai memasuki negara kita khususnya di dunia digital. Ketika kita disibukkan dengan berbagai perselisihan yang tak kunjung henti, justru sebagian pemuda tengah berjuang berkarya membangun iklim ekonomi dalam menghadapi persaingan ketat dari berbagai negara yang akan masuk ke Indonesia. Bahkan pemuda-pemuda ini mampu menjadikan teknologi sebagai senjata untuk memajukan Indonesia baik dari sisi ekonomi maupun kemudahan akses.  Yakni diantaranya William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Achmad Zaky (CEO Bukalapak), dan Nadiem Makariem (CEO Gojek)

Tentu perjalanan pemuda ini tak semulus seperti saat ini. Ketiganya pernah mengalami jatuh bangun dalam membangun kepercayaan perusahaan startupnya. Bahkan sudah pernah mengalami kegagalan berkali-kali. Seperti kisah William Tanuwijaya ketika masih menjadi mahasiswa Teknik Iinformatika di Universitas Bina Nusantara. Guna menambah uang saku dan menambah biaya kuliah, ia rajin mencari pekerjaan sampingan. Ia bahkan pernah bekerja sebagai penjaga warnet dengan jam kerja sebanyak 12 jam per hari. Setelah lulus, William bermimpi untuk bekerja di Google. Apa daya pada akhirnya ia hanya dapat bekerja sebagai karyawan di salah satu kantor pengembang software komputer. Di tengah kesibukannya menjadi karyawan, terbersit ide untuk memiliki perusahaan teknologi sendiri. Dan darisitulah ia terus menekuni mimpinya, dan setelah 2 tahun berjalan Tokopedia pun resmi berdiri.

CEO BUKALAPAK
Sedangkan kisah CEO Bukalapak yakni Achmad Zakiy, ketika menjadi mahasiswa Teknik Informatika ITB ia pernah mendirikan warung mie hingga software house yang berujung pada kebangkrutan. Dan pada akhirnya, di tahun 2010, ia berjuang di dunia digital dengan mendirikan Bukalapak untuk membantu para pengusaha UMKM memasarkan dagangan mereka. Dan saat ini, Bukalapak dan Tokopedia telah menjadi salah satu marketplace terbesar dan terbaik di Indonesia sekaligus deretan startup unicorn di Indonesia.

Berbeda dengan kisah Nadiem Makarim, meski lahir di Singapura, jiwa nasionalismenya tak perlu diragukan. Setelah mengambil jurusan master bisnis di Universitas Harvard, Inggris, Nadiem kembali ke Indonesia untuk mewujudkan mimpinya sebagai pebisnis. Namun di kondisi Indonesia saat itu memang memprihatinkan. Terlebih transportasi. Kemacetan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang tinggal di Ibu Kota. Itulah sebabnya, Nadiem lebih memilih ojek sebagai sarana transportasi harian.

Melalui kebiasaannya, ia mengamati perilaku tukang ojek. Profesi ini masih termarginalkan saat itu. Mereka mendapatkan penghasilan harian dengan nominal yang sedikit. Nadiem pun memikirkan jalan keluar untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dari itulah ia mendapat ide untuk mengawinkan jasa ojek dan teknologi. Itulah awal mula kelahiran Go-Jek. Pada awalnya Go-Jek sempat mengalami penolakan. Namun berkat kesabaran dan perjuangan Nadiem dalam melobi tukang ojek, Go-Jek diterima dan tersebar di seluruh Indonesia.

Bangsa yang ingin unggul, maka pemudanya juga harus unggul dengan kompetensi, keilmuan dan keterampilan yang dipadukan dengan kepekaan dan kesadaran. Dengan itulah mereka akan membawa Indonesia ke puncak keunggulan, dan melesatkannya sebagai bangsa yang berdaya saing global namun berakar kuat pada nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Maju terus pemuda Indonesia !!!!!

karya anak bangsa

Setelah sukses membuat prototipe ranpur War-V1 yang  ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). Kali ini CV BDL Tech meluncurkan Tank War V2 nya. Dimana versi kedua tidak jauh dari yang versi 1 yakni memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dimana kendaraan tersebut dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak. Teknologi kontrol kendaraan tanpa awak khusus militer versi kedua ini memiliki 2 mode teknologi, yakni radio frekuensi dengan jarak 14 km dan IOT 60 km. Kendaraan besutan CV BDL Technology ini dibuat di Klaten Jawa Tengah, dimana pembuatannya menyesuaikan kebutuhan militer. Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantai, TNI AD pun mulai melirik konsep ranpur futuristik ini. 

karya anak bangsa
dokumentasi @anakteknikindo / @bhrearka

BDL Tech merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang keteknikan (kelistrikan, elektronika, instrumentasi, mekanik dan otomasi). Dimana BDL Tech ini mencakup bidang usaha riset dan teknologi dengan sasaran lingkup pendidikan dan hankam. Kini setidaknya telah memiliki 4 series kendaraan tempur tanpa awak, dimana pembuatannya mencakup bidang metalurgi, mesin dan elektro . Kelebihan kendaraan generasi kedua ini yakni telah dilengkapi kontrol fuzzy dan PID , serta dilengkapi pelatuk senjata Minimi 5,56 mm, jenis SMR (Senapan Mesin Regu) yang punya kemampuan dual feed system dengan menggunakan motor servo.

dokumentasi @anakteknikindo / @bhrearka
Menurut Bactiar Dumais selaku direktor BDL Tech, kesulitan dalam pembuatan alutsista ini yakni dari segi mekanis dan fisiknya. karena dia sendiri yang memiliki background teknik elektro lulusan ITS dan UGM. Namun dalam pembuatannya dibantu oleh ketiga temannya yang memiliki kemampuan dalam bidang vertical obstacle. Di tangan kerja kreatif Bachtiar Dumais, bersama Adhitya Wishnu Pratama, dan Muhammd Iqabal di tim BDLTEch, menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia bisa ikut berkontribusi dalam membangun kemandirian alutsista. Tentu besar harapan ada respon yang positif dari pemerintah atas inovasi mereka.


Teknik dan teknologi menjadi salah satu program studi (prodi) yang menjadi incaran para mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Apalagi di dunia serba teknologi ini diprediksi akan mematikan setidaknya 2 milyar lapangan pekerjaan. Dan tentu di era digital ini begitu banyak membutuhkan insinyur yang mampu bersinergi terhadap perkembangan dan kemajuan jaman. Bahkan semakin banyaknya persaingan, mereka rela merantau ke negeri orang demi mendapatkan pendidikan teknik terbaik. Kampus teknik dan teknologi terbaik saat ini masih didominasi Amerika Serikat yang menjadi juaranya. Negara ini memiliki beberapa kampus teknik yang memasuki peringkat 20 terbaik di dunia. Yakni diantaranya :

Massacusetts Institute of Technology (MIT), Standford University, University of California at Berkeley, California Institute of Technology (Caltech), University of California Los Angeles (UCLA), Georgia Institute of Technology (Georgia Tech), University of Texas at Austin, University of Michigan, Carnegie Mellon University, Cornell University, University of Illinois at Urbana Champaign.

Karena teknologi memang masih "berkiblat" ke negeri yang dipimpin Presiden Trump tersebut. Nggak heran juga kalau Silicon Valley menjadi pusatnya startup. Dan menjadi kiblat pertumbuhan startup besutan anak negeri. Namun perlu diketahui bahwa pelajar Indonesia harus bersaing ketat bila ingin melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat (AS). Dari data American Association of Community College pada 2012 menunjukkan, hampir setengah dari 12,4 juta mahasiswa yang terdaftar di 1.167 community college melanjutkan ke jenjang S-1 di perguruan tinggi AS.
Menurut data diatas, dari jumlah mahasiswa yang melanjutkan kuliah di luar negeri, ternyata Indonesia masih sangat minim dan bahkan tidak masuk dalam daftar. Apalagi di perguruan tinggi AS, mahasiswa Indonesia masih sangat minoritas, mereka memang membatasi populasi pelajar internasional tak lebih dari 10 persen. Para pelajar itu pun harus bersaing dengan peminat dari banyak negara, untuk kursi yang terbatas itu. Dari 300 pelamar dari Indonesia, misalnya, kemungkinan hanya dua orang sampai tiga orang saja yang diterima universitas di AS.

Selain kampus terbaik yang sudah disebut diatas ada juga kampus teknik yang tidak kalah bagusnya, mari berkenalan :
 1.     UNIVERSITY of MICHIGAN
Kampus ini memiliki sekolah teknik yang menyediakan 17 program studi untuk sarjana dengan beragam minor. Selain bagus dari sisi pengajaran, kampus juga membuka kesempatan luar bagi mahasiswa untuk melakukan riset. Rata-rata lulusan teknik University of Michigan bisa mendapat gaji mulai dari USD 63 Ribu. Selain itu univeritas ini memiliki aktivitas riset yang sangat tinggi dan program pasca-sarjananya yang beragam meliputi program doktoral dalam bidang humanitas, social sciences, dan STEM fields (Science, Technology, Engineering and Mathematics) juga gelar profesional dalam business, kedokteran , hukum, farmasi, nursing, social work dan kedokteran gigi.
 
    2.     UNITED STATES NAVAL ACADEMY
Kampus ini sangat selektif dalam menerima mahasiswa dari para pendaftar setidaknya hanya delapan persen yang akan diterima. Kelas kecil membuat pengajaran menjadi sangat intensif. Teknik mesin menjadi jurusan paling favorit sedangkan rata-rata lulusannya umumnya menjadi pekerja profesional di Angkatan Laut AS dan Korps Marinir AS. Fasilitas yang ditawarkan kampus ini pun disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Sebut saja, kekuatan kapal selam berteknologi nuklir serta pesawat supersoniknya. Para taruna juga dilatih secara profesional untuk memenuhi kebutuhan kekinian.
 
    3.     STEVENS INSTITUE of TECHNOLOGY
Kampus swasta ini punya standar akademis yang tinggi untuk para mahasiswanya namun biaya kuliah di sana dikenal cukup mahal. Stevens Institue of Technology adalah salah satu kampus tertua yakni didirikan tahun 1870. Dimana kampus ini menyediakan program studi teknik dari jenjang sarjana hingga PhD. Adapun jurusan yang paling populer yaitu teknik mesin dan teknik sipil yang mendapatkan rata-rata gaji mulai dari USD 60 ribu.
 
     4.     WORCESTER POLYTECHNIC INSTITUTE
Meski dikenal sebagai kampus mahal Worcester Polytechnis Institute sangat diminati untuk jurusan teknik mesin dan teknik elektro. Biaya tersebut juga sebanding dengan rata-rata gaji yang diterima para lulusannya di dunia profesional yaitu mulai dari USD 62 ribu.
 
     5.     RENSSELAER POLYTECHNIC INSTITUTE
Spesialisasi kampus ini adalah bidang sains dan teknik Resselaer Polytechnis Institute menyediakan program untuk jenjang sarjana hingga doktor. Beberapa jurusan yang paling diminati meliputi teknik mesin, teknik biomedis, dan teknik sipil. Sedangkan gaji rata-rata para lulusan mulai dari USD 60 ribu.

robotika
 
Innovators and experts in computer technology, Michael S. Sunggiardi, mengatakan, dari 239 juta penduduk Indonesia, hanya 10 persennya atau sebanyak 23,9 juta orang yang melek teknologi. Hal ini membuat pemerintah mencanangkan pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran di kelas, dan sudah mulai diterapkan di banyak sekolah di Indonesia. Bahkan, semua jenjang pendidikan khususnya di kota besar telah menerapkannya dengan baik, hal ini dirasa penting karena banyak pengetahuan baru yang bisa diserap baik oleh guru maupun siswa. 
 
Setidaknya dari 497 kota besar di Indonesia, hanya 10 di antaranya yang telah mengadopsi teknologi tingkat tinggi, seperti komputasi awan. "Pulau Jawa dan Sumatera tentunya," ujarnya.
Sementara itu, daerah di luar wilayah itu, apalagi Indonesia timur, kata dia, penggunaan teknologi masih sangat minim, bahkan di bawah minus. Salah satu alasan rendahnya serapan teknologi informasi di wilayah ini lantaran infrastruktur yang belum terbangun.
 
Pendidikan berbasis TIK juga dinilai lebih efektif dan efisien untuk memberikan pemahaman kepada siswa. Tak hanya pendidikan TIK disaat jam efektif sekolah, saat ini beberapa sekolah juga menambah materi tentang teknologi di luar jam sekolah seperti pada kegiatan ekstrakulikuler. Siswa memilih sendiri sesuai bakat dan minat. 
 
robotika
 
Dari sekian banyak ekstrakurikuler salah satunya yaitu Robotik. Kegiatan robotik dapat dilakukan dari mulai anak-anak TK , SD sampai dengan SMA hingga perguruan tinggi. Di Indonesia sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri pada kegiatan robotik, malah ada juga sekolah yang memasukan kegiatan robotik di dalam mata pelajaran tersendiri.

Namun, sebagian lembaga sekolah belum memiliki akses dalam belajar IPTEK seperti TIK atau robotik bagi siswanya. Khususnya di Indonesia bagian timur. Penerapan teknologi di kalangan masyarakat masih terbatas di kalangan berpendidikan dan mereka yang tinggal di kota besar. Akses pembelajaran bagi siswa-siswi di Indonesia Timur masih timpang seperti di kota besar. Seperti yang ada di Nusa Tenggara Timur, siswa disana bahkan tak mengetahui robotik itu seperti apa. Tak seperti teman-temannya yang ada di Surabaya,  Jakarta dan sekitarnya. Mereka sering menjuarai kontes robot tingkat siswa bahkan sudah mulai mandiri dalam bidang robotika khususnya elektronika.
 
Padahal banyak sekali manfaat untuk anak yang ingin belajar robot, yaitu diantaranya :

1. Merangsang berpikir sistematis dan terstruktur dalam menyelesaikan sebuah masalah .
2. Meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak.
3. Meningkatkan ketrampilan Imajinasi dalam mendesain sebuah robot, karena dalam merancang robot perlu kreativitas .
4. Melatih kerjasama dalam kelompok dan meningkatkan kepercayaan diri, menerima dan menghargai pendapat orang lain serta berani menyatakan atau menampilkan ide kreatifnya.
5. Melatih kesabaran dan ketekunan dalam membuat suatu projek.

Pada usia anak terjadi perkembangan motorik halus . Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Hal ini mempunyai pengaruh yaitu kemandirian dan rasa percaya diri anak dalam mengerjakan sesuatu, karena ia sadar akan kemampuan fisiknya.
 
anak teknik
 
Dan saat ini Kami dari Komunitas Anak Teknik Indonesia sedang mengadakan pengabdian di bidang IPTEK yakni Pelatihan Robotika untuk adik-adik di Nusa Tenggara Timur. Bisa mengunjungi link berikut : ANAKTEKNIKMENGABDI
 
Anak di pesisir khususnya di timur Indonesia juga punya hak yang sama untuk mendapatkan akses dan dukungan belajar ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang elektronika dasar. Dan pengabdian ini tak akan berjalan tanpa ada dukungan dari segala pihak. Maka dari itu melalui yayasan KitaBisa.com dengan segala kerendahan hati, kami memohon bantuan rekan2 menyisihkan sedikit rejekinya untuk ikut serta berbagi dan membantu dalam menumbuhkan daya saing serta harapan IPTEK anak Indonesia melalui pembinaan elektronika dan robotika. Kami juga berkomitmen untuk mengawal dan terus membimbing adik-adik di pesisir untuk bisa berprestasi dan membanggakan daerahnya. Semoga dapat menjadi kado natal yang indah bagi adik-adik pesisir Kupang Nusa Tenggara Timur.
di kitabisa.com

bengkel pesawat

Saat ini  berita dipenuhi oleh maskapai penerbangan, pabrik pesawat, dan pesawat-pesawat model terbaru. Hingga banyak yang tidak melihat sektor lain di dalamnya. Salah satu faktor kunci di industri aviasi adalah industri Maintenance, Repair, Overhaul ( MRO), atau sederhananya, bengkel pesawat. Dan saat ini kita bisa berbangga bahwa GMF AeroAsia adalah MRO terbesar ke-13 di dunia yang bukan merupakan anak perusahaan pabrik rangka atau mesin pesawat. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menjadi maskapai yang kini memiliki bengkel pesawat atau hanggar terbesar di dunia. Hanggar ini berlokasi di area Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Bagi seorang analis penerbangan, nilai pasar MRO di Indonesia menunjukkan peluang yang sangat baik untuk tumbuh, dengan perkiraan industri bisa mencapai 9,2 persen per tahun, dua kali lipat tingkat pertumbuhan global.  Indonesia yang sudah mempunyai armada pesawat yang besar dengan buku pesanan pesawat yang sama besarnya, namun industri MRO di Indonesia hanya bernilai 1 miliar dollar AS per tahun. 5 tahun lagi akan tumbuh 11,3 persen mencapai angka US$ 1,6 miliar.

bengkel pesawat

Dari hal diatas, kita harus menyadari bahwa sektor MRO di Indonesia masih terlalu kecil untuk ukuran negara ini. Jika kita melihat Singapura, mereka adalah pusat MRO di Asia Tenggara, bahkan Asia secara keseluruhan.

GMF baru bisa mengambil 32 persen daripada total market di Indonesia. Sisanya lari ke foreign MRO dan ini peluang GMF mengambil kembali. Tidak hanya di pasar domestik, peluang menjajaki pasar global juga besar. Biaya perawatan di global mencapai US$ 74,3 miliar pada 2017 dan akan menjadi 89,6 miliar dalam lima tahun ke depan.

Sebuah pesawat terbang seperti Boeing 737-800 atau Airbus A320 berharga sekitar 7.000 sampai 8.000 dollar AS per jam terbang. Nilai pemeliharaannya berkisar antara 660 sampai 1.200 dollar AS per jam terbang. Sebuah pesawat biasanya terbang selama 3.000 sampai 4.000 jam per tahun. Ini setara sekitar 2 juta hingga 5 juta dollar AS per tahun untuk perawatan rutin B737-800 dan A320.

Indonesia, memiliki sekitar 200 pesawat terbang pada kelas itu, jadi dapat dihitung jumlahnya dan dengan cepat menyimpulkan nilai tersebut setara dari setengah nilai pasar MRO di Indonesia. Sisa dari nilai pasar berasal dari pasar turboprop domestik dan pesawat jet berbadan lebar.

bengkel pesawat

Fasilitas perawatan pesawat terbang merupakan investasi bernilai tinggi. Dari hanggar hingga ke bengkel, dan fasilitas uji mesin, semua ini diperlukan untuk MRO yang independen jika ingin mendapatkan pijakan pasar yang signifikan. Sebagian besar MRO yang memiliki semua ini adalah anak perusahaan penerbangan, lalu sebenarnya Apa yang terjadi ketika perusahaan induk dalam keadaan merah?"

Sangat disayangkan jika kondisi ini dibiarkan, karena banyak aset dan peluang yang tidak diketahui dalam industri MRO Indonesia seperti kemampuan manufaktur suku cadang, modifikasi struktur pesawat terbang, konversi pesawat penumpang menjadi pesawat kargo. Dan apabila tidak dikomunikasikan dengan baik ke pasar dan publik. Maka industri MRO ini akan terus dipandang sebelah mata dalam sektor aviasi.

sumber : kompas

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget