Anak Teknik Indonesia
Latest Post
Airway Alarm Anak Teknik Aplikasi Article Artikel Artis Bandara bandung Beasiswa Bengkel Berita Bill Gates BJ Habibie British C# C++ ceo CEO APPLE Coding Company Compare Conferences Control cyber crime D4 & S1 Damai database administrator Descent design Dosen Dunia ecommerce elektro Elektronik Engineer Event exam Fakultas Teknik Founder & CEO Gadget gaji Game Games gedung Gesits Google Grab heli Grafis Graphic Design hacker hacks Harry potter hogwarts Honda Hybrid Ibukota indonesia Info informasi Information technology Infrastruktur Inovasi Inpirasi insinyur Insinyur Listrik Internasional Investor IOT IT it support ITB java Jurusan Kampus Karya Karya Bangsa karya mahasiswa kekurangan kelebihan keuntungan Kompetisi Komunitas Kontes Robot Nasional Laptop Listrik LPDP Lulusan Teknik mahasiswa mahasiswa teknik Manggarai MEA. Mahasiswa menarik Microsoft Migas Milyarder Mobil Mobil Listrik moment momok mahasiswa Motivasi News Nokia OOP Opini otomotif Pacar Idaman Paint Palangkaraya Pembangkit Pembangkit Listrik Pemblokiran Pemuda Pendidikan perusahaan Pesan Mahasiswa Pesawat Pesawat R80 PIMNAS 2017 PLN Politeknik Prestasi prestasi mahasiswa profesi programmer Prospek prospek kerja Prospek Lulusan Proyek PSM ITS PWK Python ransomware Renewable Energy Resolusi ridwan kamil Robot Robotik sains sarapan Sarjana SBMPTN sekolah Self Driving senjata Senjata Api shopify SIMAK UI situs SmartHome SPLU startup Sukses Tank Tech in Asia technology Teknik teknik elektro Teknik Industri Teknik Kimia Teknik Lingkungan teknik perkapalan teknik sipil Teknologi Telegram template template monster Terbaik Terbarukan themeforest tim roboboat barunastra Tips tips dan trik Tokopedia Toyota Transportasi tricks Uber UI Ujian universitas UTS Wannacry web website weebly wix wwdc Xiaomi

Self driving car

 Di tengah masifnya perkembangan teknologi, internet saat ini yang telah menjadi kebutuhan, pada beberapa tahun belakangan ini mungkin tak pernah terlintas dalam benak setiap orang bahwa, internet bisa menjangkau segala kebutuhan derajad hidup manusia hingga lapisan masyarakat dari yang terkecil hingga terbesar.

 Seperti contoh fenomena ojek dan taksi online di Indonesia terutama di kota-kota besar menjadi hal yang dinamis. Dahulunya sudut-sudut strategis simpang perempatan jalan, tak sulit menemukan pangkalan ojek, namun kini, pangkalan ojek ada dalam genggaman ponsel pintar, bisa kapan saja, di mana saja, dan kemana saja ojek siap mengantar. Dan akhirnya ojek konvensional hingga taksi bluebird yang dulunya begitu berjaya, harus kebakaran jenggot melihat pesaingnya yang tak terlihat. 

 Selain itu kini dunia juga tengah menyaksikan perpindahan dari mobil bertenaga bensin ke self driving car yang dikendalikan teknologi informasi melalui smartphone. Teknologi self driving car (mobil tanpa awak) yang diperkenalkan Tesla, Google, mercedes, BMW dan GM sungguh serius untuk berlomba-lomba mengembangkan mobil yang tak lagi menggunakan mesin dan bahan bakarnya. Namun dengan menggunakan listrik, teknologi informasi, hingga kecerdasan buatan. 

 Lalu pernahkah anda bayangkan disruption apa saja yang akan terkena dampaknya? 

1. Pemerintah : bagaimana ketentuan2 mengenai surat izin mengemudi? Melihat peraturan lalu lintas mewajibkan kendaraan ada pengemudinya (manusia) yg harus lulus tes dan memiliki SIM 

2. Perusahaan Asuransi : kemungkinan tak ada lagi pertanggungan pada pengemudi, melainkan akan ditujukan pada produsen dan operatornya. Seperti google, tesla, mercedes, bmw.. 

3. Bengkel : bayangkan seperti apa bentuk bengkel masadepan yg merawat mobil seperti ini? Tentu bukan mekanik biasa, melainkan juga melibatkan para ahli informasi teknologi. 

4. Bahan bakar dan perusahaan MIGAS : Pernahkah anda membayangkan suatu ketika stasiun pengisian bahan bakar akan digantikan menjadi Stasiun Pengisian Baterai ? 

5. Jalan raya : bagaimana pengaturan lalu lintas dan regulasi bagi kendaraan yang tak dikendalikan pengemudinya? 

6. Penyewaan mobil : ini juga menjadi hal baru karena bisa jadi tak ada lagi teller yang melayani, melainkan semua menggunakan smartphone. 

7. Taksi : mungkin anda tak lagi menggunakan taksi konvensional seperti sekarang ini. Mungkin anda akan berhubungan dengan Google Car melalui smartphone. 

8. Transportasi dan logistik : bagaimana dengan antar jemput barang, manusia, dan segala bentuk perpindahannya? Mungkin menjadi lebih simpel dan tak perlu percakapan melalui suara. 

9. Kalau anda mengikuti pameran otomotif, barangkali semua akan diatur oleh Google jauh sebelum anda tiba. 

10. Dan akhirnya.... datang : bayangkan bagaimana kelak kaum muda akan saling menjemput dan mengantar pulang kekasihnya. Suatu perubahan besar akan terjadi. 

Diambil dari potongan buku Disruption karya Rhenald Kasali.

stripe

Patrick Collison (29) dan adiknya John Collison (27) ialah miliarder termuda di dunia yang memperoleh kekayaan dengan usahanya sendiri akibat kecintaannta terhadap coding dan teknologi. Mereka merupakan pendiri Stripe, perusahaan yang mengelola perangkat lunak lebih dari 100.000 perusahaan. Ketertarikannya pada dunia programming sains dan  matematika dimulai sejak usia 8 tahun. Patrick Collison melakukan kursus komputer di Universitas Limerik dan pada usia 10 tahun Patrick Collison mempelajari tentang programing bersama adiknya John Collison. Patrick Collison pernah menempuh pendidikan di Gaelscoil Aonach Urmhumhan sebelum menempuh pendidikan di Castletroy Collage,dan akhirnya menempuh kuliah di Massachusetts Institute of Technology. Sedangkan John Collison berhasil mencetak nilai tertinggi pada Irish Leaving Certificate. Ia kemudian melanjutkan studinya ke Harvard University. Hal tersebut bukan tanpa alasan Ayahnya merupakan seorang insinyur listrik dan ibunya bekerja di bidang mikrobiologi. Terlahir di keluarga yang menggilai teknologi membuat john dan Patrick sangat antusias untuk mempelajarinya, Namun Patrick Collison keluar dari Massachusetts Institute of Technology dan John Collison keluar dari Havard University untuk memulai perjalanan karirnya membangun startup Stripe. Collison bersaudara mulai belajar untuk membuat program dan bertekad untuk membuat karya di dunia nyata.

Pattrick sendiri memiliki obsesi terhadap teknologi dan coding, ia belajar secara autodidak bersama dengan adiknya. Rasa optimis dan percaya dirinya yang tinggi dengan diimbangi kemampuan dan bakat mampu membuat pattrick mewujudkan hasil pemikirannya. Perwujudan ide pattrick tersebut sangat membantu banyak orang untuk mempermudah kegiatan transaksi mereka

Patrick Collison memulai karirnya bersama John Collison pada tahun 2007 dengan mendirikan sebuah perusahaan bernama Shuppa setelah dia keluar dari massachusets Institute of Technology. Tak lama kemudian Shuppa bergabung dengan Y Combinator dan mengubah nama perusahaannya menjadi Auctomatic. Auctomatic sendiri kemudian menjadi sebuah perusahaan software yang membuatkan alat transaksi yang mudah untuk platform eBay. Dan pada tahun 2008 akhirnya mereka menjual Bisnis itu kepada Live Current Media dengan harga $5 Juta. 

stripe

Pada tahun pertamanya stripe hanya memiliki empat orang karyawan, sebagai perusahaan kecil tentu saja akan sangat susah mempekerjakan orang. Namun john ingin memastikan orang – orang yang bekerja padanya adalah yang memiliki kepedulian besar pada stripe. Collison bersaudara juga memasang tarif murah untuk stripe, mereka mencoba menantang diri mereka untuk membuat produk yang baik sehingga orang tidak akan menggunakannya karena harganya yang murah, tapi karena produknya memang layak untuk digunakan. Kegigihan usaha mereka terbayar dengan keberhasilan stripe. Ada banyak perusahaan serupa Stripe yang membantu perusahaan lain dalam memproses pembayaran daring. Namun, Stripe tumbuh sangat pesat karena model bisnis yang sederhana dan bahasa coding yang sederhana pula.

Pada tahun 2010 Patrick Collison dan John Collison kembali mendapatkan ide untuk membuat sebuah perusahaan yang berguna untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi online. Akhirnya mereka kembali membuat sebuah perusahaan yang bernama Stripe. Awal pembuatan perusahaan ini, mereka mendapat dukungan dari Peter Thiel, Elon Musk dan Sequoia Capital. Pada tahun 2016, Perusahaan Stripe mendapatkan pemasukan sebesar $9.2 Miliyar dan hal tersebut mengantarkan Patrick Collison dan John Collison menjadi “The world’s youngest self-made billionaire” dengan total kekayaan sebesar $1.1 Miliar. Dan hingga hari ini peursahaan Stripe masih terus berkembang dan semakin berguna di dunia transaksi online.

Sumber : dictio.id

mobil

Dan sebenarnya bagaimana cara kerja Hill Descent Control ini? Umumnya teknologi ini tersedia bagi para pengguna setia mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) atau yang mempunyai kapabilitas untuk off-road. Fitur ini akan bekerja optimal ketika Anda menghadapi jalanan menurun yang curam.

HDC ini adalah sebuah perangkat untuk kendaraan berjenis SUV agar bisa mendapatkan kapasistas offroad, terutama ketika melewati lintasan downhill demi mendapatkan tingkat keamanan yang maksimal. Sistem kerja dari HDC sendiri adalah bekerja sama dengan Traction Control (TC), Anti-lock Braking System (ABS), serta wheel speed sensor yang bertugas untuk mengetahui kecepatan putar ban apakah sesuai dengan sudut turunan di tempat mobil berada.

Walaupun terbantu dengan fitur HDC, Anda harus tetap fokus dan siagakan kaki kanan pada pedal rem untuk mengantisipasi mobil terperosok. Sebabnya sistem komputer pada HDC hanya membaca kemiringan dan kecepatan mobil namun tidak mengetahui secara pasti seberapa parah atau berat medan yang dilalui.



Peran komponen anti-lock braking system (ABS) cukup vital di sini, ditunjang dengan memanfaatkan jaringan sensor roda dan modul kontrol, untuk menentukan gaya pengereman yang tepat, sesuai kebutuhan mobil. Fitur ini mereduksi keterlibatan pengemudi untuk mengontrol mobil pada kondisi jalan ekstrim. 

Memang, dalam kondisi jalanan dengan traksi rendah, kecepatan yang lambat dan mulus, jadi kunci agar pengemudi lebih fokus, untuk memberikan keamanan pada mobil dan penumpang. Dengan menjaga kecepatan yang tepat, risiko pengemudi kehilangan kendali bisa semakin minim akibat terlalu cepat di turunan curam. Melalui tombol di dasbor, seperti pada mobil premium, seperti BMW, dll. Anda bisa mengaktifkan fitur ini pada kecepatan mobil dibawah 35 km/jam. Sementara ketika fitur aktif kecepatan akan dijaga antara 5-10 km/jam saja.

gesits
Pada tahun 2017 ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menganugerahi kampus di Surabaya, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai perguruan tinggi dengan produk PALING INOVATIF di Indonesia. 

Penilaian itu diberikan sebab ITS banyak menghasilkan produk riset yang siap dikomersialkan ke industri sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat. Di antaranya mobil listrik, bus listrik, dan motor listrik. Capaian ini tidak lepas dari iklim riset yang sangat positif di kalangan sivitas akademika ITS dan pengelolaan yang baik melalui Direktorat Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian," kata Wakil Rektor ITS bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional Prof Dr Ketut Buda Artana di Surabaya, Rabu (15/11) kemarin, seperti dilansir Antara.

Sebelum riset diterapkan di masyarakat, ITS akan melakukan pengujian berupa Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT). TKT sendiri merupakan indikator yang menunjukkan seberapa matang suatu teknologi dapat diterapkan. Indikator ini memiliki rentang nilai satu hingga sembilan. 

Level enam, kata dia, berarti bahwa produk teknologi dapat diuji di skala laboratorium. Sedangkan level sembilan menandakan bahwa produk teknologi telah benar-benar teruji dan berhasil dioperasikan. Banyak produk inovasi ITS yang sudah mencapai level tujuh, delapan, dan sembilan. 

Dia mencontohkan, motor listrik GESITS, salah satu produk inovasi ITS yang saat ini telah digaet industri dan diproduksi secara massal. Tak hanya itu, saat ini, para peneliti ITS juga banyak memenangkan hibah kompetitif inovasi dari Kemenristekdikti. Pada tahun 2017, total dana yang dimenangkan ITS kurang lebih sekitar Rp15 miliar hingga Rp16 miliar, di samping dana lokal yang diberikan oleh ITS. 

Tak hanya itu, saat ini, para peneliti ITS juga banyak memenangkan hibah kompetitif inovasi dari Kemenristekdikti. Pada tahun 2017, total dana yang dimenangkan ITS kurang lebih sekitar Rp15 miliar hingga Rp16 miliar, di samping dana lokal yang diberikan oleh ITS.

"ITS sendiri memberikan hibah sekitar Rp2 miliar sampai Rp2,5 miliar untuk menaikkan TKT. Jadi total yang diterima para peneliti ITS sekitar 17,5 miliar," katanya.

anak teknik

Komunitas Anak Teknik Indonesia adalah komunitas yang bergerak di bidang akselerasi IPTEK anak bangsa khususnya untuk daerah-daerah tertinggal. Karena sejauh ini kesenjangan akses pembelajaran yang ada di kota-kota besar dengan daerah-daerah tertinggal masih sangat jauh. Selain misi tersebut, komunitas Anak Teknik juga berusaha meningkatkan kolaborasi antara pelaku riset dan penggerak inovasi yang ada di kampus-kampus (dunia akademisi) dengan pelaku industri dan masyarakat sekitar, sehingga harapannya dapat tercipta keselarasan antara dunia akademis dengan industri dan masyarakat. Karena mahasiswa sebagai agent of change sudah seharusnya memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar dalam mengatasi berbagai macam problem dengan inovasi dan karya nyata khususnya dengan bantuan IPTEK.

pelatihan robot

Seperti pelatihan robotika yang akan diadakan oleh komunitas Anak Teknik Indonesia di Kupang Nusa Tenggara Timur. Dimana pelatihan ini sebagai perwujudan dalam meningkatkan minat dan bakat terhadap generasi anak bangsa sejak dini khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan dengan belajar robotika harapannya adik-adik pelajar tingkat SD-SMA dapat mengimplementasikan secara langsung pelajaran yang sudah didapat di dalam sekolah, seperti ; matematika (penerapan konsep dasar aljabar, geometri, probabilitas dan statistik), IPA (pengetahuan konsep dasar robotika, rumus kecepatan, percepatan, gaya, beban), sedangkan dalam bidang komputer peserta dapat menerapkan teknik dasar pemrograman. Tentu belajar sekaligus bermain robot akan dapat memudahkan peserta untuk merangsang pemikiran sistematis dan terstruktur. Selain itu juga dapat menyeimbangkan saraf motorik dan meningkatkan ketrampilan imajinasi pada anak serta menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Dan masih banyak lagi manfaat belajar sekaligus belajar robot.

anak teknik

Selain manfaat-manfaat diatas, komunitas Anak Teknik melihat adanya peluang untuk bisa berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional. Maraknya perlombaan robot tingkat pelajar akhir-akhir ini yang sebagian besar didominasi oleh peserta-peserta dari Jawa. Sehingga perlu adanya pemerataan dan pembaruan terkait asal daerah peserta mengingat pentingnya pemerataan akses pembelajaran IPTEK di negara ini. Menurut Arkastra Bhrevijana " Perkembangan teknologi yang semakin marak dan cepat belakangan ini harus disikapi positif dan serius, melihat perubahan yang begitu cepat akan terus menggantikan jaman yang sudah mulai kuno dan tertinggal. Sehingga pola pikir SDM yang ada harus dibentuk menjadi generasi yang peka terhadap lingkungan dalam memberikan tindakan dan aksi nyata, bukan hanya wacana. Pilihannya cuma 2, CREATE / RESHAPE !" ujar founder dan CEO Komunitas Anak Teknik itu.


Pelatihan robotika ini rencana akan diadakan selama 2 hari pada pertengahan Desember 2017. Sebagai langkah awal akan diadakan di SD Muhammadiyah 1 Kupang terlebih dahulu sebelum masuk ke sekolah-sekolah lain yang ada di Nusa Tenggara Timur. Dan pada awal November lalu telah diadakan sosialisasi dan pengenalan dasar robotika sebagai langkah awal diadakannya pelatihan. " Sangat antusias sekali adik-adik yang mengikuti sosialisasi ini, mereka sangat bersemangat untuk membuat robot, bahkan ada yang bilang ketika sudah besar nanti ingin menjadi insinyur elektro agar bisa membuat robot yang mirip iron man.." ujar Arka


Tepat 89 tahun yang lalu, di tanggal 28 Oktober 1928 di Kramat Raya 106, para pemuda dari penjuru negeri berkumpul. Dengan gagah berani melantangkan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.” Sebuah pemikiran revolusioner, yang dihasilkan oleh para pemuda yang datang dari latar belakang pendidikan dan budaya berbeda. Pokok-pokok pikiran baru itu bernama Persatuan! Mereka bergandengan tangan. Menyadari bahwa persatuan di atas perbedaan merupakan rantai kuat guna mencapai tujuan.

Meski kolonialisme sudah berlalu, apakah Sumpah Pemuda hanya menjadi sekedar catatan bagi bangsa ini? Apakah sumpah yang dilantangkan di jaman yang serba terbatas itu hanya menjadi pengisi lembar buku sejarah sekolah dasar, yang hanya dihafalkan dan ditelan begitu saja tanpa makna? Padahal kala itu untuk mengumpulkan pemuda dari berbagai penjuru negeri membutuhkan berbulan-bulan lamanya. Tidak ada komunikasi yang canggih, tidak ada alat transportasi seperti sekarang ini. Mereka harus menunggu kabar dari tukang pos sebulan setelah surat itu dikirim, dan berminggu-minggu harus menempuh perjalanan darat dan laut. Tak hanya itu, pemuda kala itu masih dibatasi dengan berbagai bahasa yang berbeda-beda. Yang pada akhirnya, bangsa ini bersatu dengan bahasa yang dijunjung tinggi yang disebut bahasa Indonesia.

Namun bagaimana dengan nasib pemuda saat ini? Mereka sangat mudah berkomunikasi dengan mereka yang berbeda pulau, bahkan dalam hitungan detik mereka dapat saling berkomunikasi, saling menyapa dan berdiskusi. Untuk bertemu juga tak sulit, dalam hitungan jam saja rekan yang ada di papua dengan kita yang ada di Aceh (misalnya) dapat dengan mudah bertemu. Lalu faktanya apa? Justru dengan kemudahan-kemudahan itu kita justru lebih banyak berselisih, mengadu domba, saling mencemooh, menghina dan bertikai memecah belah suku ras dan budaya. Padahal tak bisa dipungkiri, bahwa bangsa ini kaya akan akan suku dan budaya.

Belum lagi menghadapi tantangan globalisasi yang saat ini mulai memasuki negara kita khususnya di dunia digital. Ketika kita disibukkan dengan berbagai perselisihan yang tak kunjung henti, justru sebagian pemuda tengah berjuang berkarya membangun iklim ekonomi dalam menghadapi persaingan ketat dari berbagai negara yang akan masuk ke Indonesia. Bahkan pemuda-pemuda ini mampu menjadikan teknologi sebagai senjata untuk memajukan Indonesia baik dari sisi ekonomi maupun kemudahan akses.  Yakni diantaranya William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Achmad Zaky (CEO Bukalapak), dan Nadiem Makariem (CEO Gojek)

Tentu perjalanan pemuda ini tak semulus seperti saat ini. Ketiganya pernah mengalami jatuh bangun dalam membangun kepercayaan perusahaan startupnya. Bahkan sudah pernah mengalami kegagalan berkali-kali. Seperti kisah William Tanuwijaya ketika masih menjadi mahasiswa Teknik Iinformatika di Universitas Bina Nusantara. Guna menambah uang saku dan menambah biaya kuliah, ia rajin mencari pekerjaan sampingan. Ia bahkan pernah bekerja sebagai penjaga warnet dengan jam kerja sebanyak 12 jam per hari. Setelah lulus, William bermimpi untuk bekerja di Google. Apa daya pada akhirnya ia hanya dapat bekerja sebagai karyawan di salah satu kantor pengembang software komputer. Di tengah kesibukannya menjadi karyawan, terbersit ide untuk memiliki perusahaan teknologi sendiri. Dan darisitulah ia terus menekuni mimpinya, dan setelah 2 tahun berjalan Tokopedia pun resmi berdiri.

CEO BUKALAPAK
Sedangkan kisah CEO Bukalapak yakni Achmad Zakiy, ketika menjadi mahasiswa Teknik Informatika ITB ia pernah mendirikan warung mie hingga software house yang berujung pada kebangkrutan. Dan pada akhirnya, di tahun 2010, ia berjuang di dunia digital dengan mendirikan Bukalapak untuk membantu para pengusaha UMKM memasarkan dagangan mereka. Dan saat ini, Bukalapak dan Tokopedia telah menjadi salah satu marketplace terbesar dan terbaik di Indonesia sekaligus deretan startup unicorn di Indonesia.

Berbeda dengan kisah Nadiem Makarim, meski lahir di Singapura, jiwa nasionalismenya tak perlu diragukan. Setelah mengambil jurusan master bisnis di Universitas Harvard, Inggris, Nadiem kembali ke Indonesia untuk mewujudkan mimpinya sebagai pebisnis. Namun di kondisi Indonesia saat itu memang memprihatinkan. Terlebih transportasi. Kemacetan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang tinggal di Ibu Kota. Itulah sebabnya, Nadiem lebih memilih ojek sebagai sarana transportasi harian.

Melalui kebiasaannya, ia mengamati perilaku tukang ojek. Profesi ini masih termarginalkan saat itu. Mereka mendapatkan penghasilan harian dengan nominal yang sedikit. Nadiem pun memikirkan jalan keluar untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dari itulah ia mendapat ide untuk mengawinkan jasa ojek dan teknologi. Itulah awal mula kelahiran Go-Jek. Pada awalnya Go-Jek sempat mengalami penolakan. Namun berkat kesabaran dan perjuangan Nadiem dalam melobi tukang ojek, Go-Jek diterima dan tersebar di seluruh Indonesia.

Bangsa yang ingin unggul, maka pemudanya juga harus unggul dengan kompetensi, keilmuan dan keterampilan yang dipadukan dengan kepekaan dan kesadaran. Dengan itulah mereka akan membawa Indonesia ke puncak keunggulan, dan melesatkannya sebagai bangsa yang berdaya saing global namun berakar kuat pada nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Maju terus pemuda Indonesia !!!!!

Anak Teknik Indonesia

{facebook#http://facebook.com/anakteknikindo} {twitter#http://twitter.com/anakteknik_indo} {google-plus#https://plus.google.com/u/1/112266505972443903778} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCR1tKZMcziD2LTo-W3daKAQ} {instagram#http://instagram.com/anakteknikindo}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget